Kamu Harus Tau! Ini Basic Banget Buat Seorang Sneakerhead Kaya Kamu.

Sneaker dewasa ini bener – bener laku di pasaran dunia. Bahkan ada para penggilanya yang dijuluki sneakerhead. Mereka adalah orang – orang yang lebih menghargai sneakers dibanding telapak kakinya sendiri. Pergi ke acara baik formal atau santai, tetap sneaker. Mau jalan – jalan ke mal atau belanja online demi untuk berburu sneakers limited edition sekalipun harus antre atau menunggu lama, dijabanin. Sepatu selain sneakers hanyalah ilusi. Saking gilanya, saat melewati lumpur mereka lebih memilih melepas sneakers agar tidak kotor, lebih baik kaki yang kotor.

Faktanya, trend yang sekarang sangat digandrungi di era millenial ini sudah bermunculan dan banyak dipakai di tahun 1887. Menurut observasi yang dilakukan oleh The Boston Journal of Education, sneakers awalnya adalah sepatu tenis yang dipakai oleh murid laki-laki di Amerika pada waktu itu. Lalu, gimana bisa sepatu tenis bisa disebut dengan sneakers? Sneaking around mempunyai makna mengendap – ngendap tanpa suara dimana karakter ini lahir dari sol karet sneakers yang tidak berisik seperti sepatu yang lain sehingga diberi sebutan sneakers.

“Sneaking memiliki makna mengendap – ngendap tanpa suara, karakter sol karet sesuai dengan makna sneaking karena tidak banyak mengeluarkan suara ketika dipakai, sehingga sepatu bersol karet dinamakan sneakers”

Dua Sneakers ini diciptakan untuk kepentingan “sneaking”. Dare to try?

Fun facts:

  1. Merek sneakers yang terkenal pada awal tahun 1900-an adalah “Keds”. Sehingga banyak orang tua yang menyebut sneakers dengan sebutan sepatu kets.
  2. Bill Boweman pernah menggunakan cetakan waffle di dapur rumahnya untuk mencetak sol sepatu. Hal ini terjadi karena saat itu kesulitan mencari alat cetak yang bagus. Dan ini hal yang menjadi alasan kenapa sekarang ada sol dengan cetakan seperti waffle.

Dua sneakers ini bersol waffle!

Leave a Reply